IP adalah protokol yang
memberikan alamat
atau identitas logika untuk peralatan di jaringan.
Layanan IP
– Berfungsi untuk
dilakukan,
digunakan.
– Format bergantung
implementasi
yang primitif .
– Mengirim / Meminta
transmisi unit
data.
– Memberitahu
pemakai kedatangan unit data.
IP V.4
IP
v.4 sering disebut
dengan Alamat internet protokol versi 4. adalah
sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP (Transport Control Protocol)/IP yang menggunakan protokol IP v.4.
IP
menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit.
dan
secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau
lebih, tepatnya 4.294.967.296 host di
seluruh dunia, jumlah
host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat
4(karena
terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut
adalah
255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host
yang
dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host
yang ada
di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh
alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Representasi
alamat IP v.4
Alamat IP versi 4 umumnya
diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal
notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi,
format bentuknya adalah w.x.y.z.
Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 meskipun begitu,
terdapat beberapa pengecualian nilai.
Alamat
IP yang dimiliki oleh sebuah host
dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah
bagian,
yakni:
- Network Identifier/NetID atau Network
Address (alamat jaringan)
yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. - Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Alamat IP (IP Address)
IP Address adalah alamat yang diberikan
ke jaringan
dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.
Jenis - jenis alamat IP
V.4.
1. Alamat
Unicast
Unicast digunakan untuk penerima tunggal ,Setiap
antarmuka jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan
sebuah
alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast
disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang
diterapkan
pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang
langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference
Model. Sebagai
contoh, alamat unicast dapat
ditetapkan ke sebuah host
dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat
MAC sepanjang
48-bit.
Alamat unicast
inilah yang harus digunakan oleh semua host
TCP/IP agar
dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi
menjadi dua jenis, yakni alamat host (host
identifier) dan alamat jaringan (network
identifier).
Alamat unicast
menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah
disebutkan
sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah
alamat unicast dibedakan dengan alamat
lainnya dengan menggunakan skema subnet
mask.
Jenis-jenis
alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan
kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara
langsung
(dengan menggunakan teknik routing)
atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy
server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di
dalam Internet, yaitu public
address (alamat publik) dan private
address (alamat pribadi).
1. Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang
telah ditetapkan
oleh Inter NIC dan berisi beberapa buah network
identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada
dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah
terhubung ke Internet.
Ketika
beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat
diprogram ke
dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang
menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet,
lalu
lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih
terkoneksi
dengan Internet.
2. Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan
untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun
yang
mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan
oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya
memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya
mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan
oleh InterNIC atau organisasi lainnya.
Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya,
sehingga
disebut juga dengan illegal address,
yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.
3. Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat
IP yang secara
global unik terhadap Internetwork
IP. Pada kasus Internet, setiap node
di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang
unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang
sangat
amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah
alamat publik untuk
setiap node di dalam intranet
miliknya tersebut. Tentu
saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara
global.
Ketika menganalisis kebutuhan
pengalamatan yang dibutuhkan
oleh sebuah organisasi, para desainer Internet memiliki pemikiran yaitu
bagi
kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi
tersebut
tidak harus terhubung secara langsung ke Internet. Host-host yang
membutuhkan
sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail,
biasanya mengakses layanan Internet tersebut melalui gateway yang
berjalan di atas lapisan
aplikasi seperti proxy
server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi
hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya
digunakan oleh node-node
tersebut (hanya untuk proxy, router,
firewall, atau translator
alamat jaringan)
yang terhubung secara langsung ke Internet.
Untuk host-host
di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke
Internet,
alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah
ditetapkan
mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para
desainer
Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian
tersebut
sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam
ruangan
alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat
IP
yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address.
Karena di antara
ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi
tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah
jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di
dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok
alamat berikut:
- 10.0.0.0/8
- 172.16.0.0/12
- 192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang
alamat yang digunakan
untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
- 169.254.0.0/16
Blok 10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private
network) 10.0.0.0/8
merupakan sebuah network identifier
kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1
hingga 10.255.255.254.
Jaringan pribadi 10.0.0.0/8
memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.
blok172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12
dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier
kelas B
atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat
ditetapkan
sebagai host identifier, yang
dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.
Alamat jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan
alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1
hingga 172.31.255.254.
Blok 192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16
dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier
kelas
C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat
ditetapkan
sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi
privat. Alamat jaringan
privat 192.168.0.0/16 dapat
mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1
hingga 192.168.255.254.
Ip private 169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan
sebagai alamat privat
karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak
menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254,
dengan alamat subnet
mask 255.255.0.0. Alamat ini
digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut
dengan Automatic Private Internet Protocol
Addressing (APIPA)).
Hasil dari penggunaan alamat-alamat
privat ini oleh banyak
organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat
pertumbuhan Internet yang sangat pesat.
Ruang
alamat
|
Dari alamat
|
Sampai alamat
|
Keterangan
|
010.000.000.000/8
|
010.000.000.001
|
010.255.255.254
|
Ruang
alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk
digunakan)
|
172.016.000.000/12
|
172.016.000.001
|
172.031.255.254
|
Ruang
alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga
besar)
|
192.168.000.000/16
|
192.168.000.001
|
192.168.255.254
|
Ruang
alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga
besar)
|
169.254.000.000/16
|
169.254.000.001
|
169.254.255.254
|
Digunakan
oleh fitur Automatic Private Internet
Protocol Addressing (APIPA) dalam beberapa sistem
operasi.
|
Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan
alamat pribadi
tidak akan ditetapkan oleh Internet Network
Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat
publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat
pribadi
tersebut di dalam router Internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak
dapat
dijangkau dari Internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah
host
yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut
ke
sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat
publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah
ditranslasikan ke
dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network
Address Translator
(NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.
2.
Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast
IP
Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu
paket
kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast
IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast
akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat
host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening"
terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke
alamat multicast tersebut.
Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk
mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk
beberapa jenis
komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC
1112.
Alamat-alamat multicast IPv4
didefinisikan dalam ruang
alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4,
yang berkisar dari
224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari
alamat
224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan
untuk
digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
3.
Alamat Broadcast
Alamat broadcast
untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data
"satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang
hendak mengirimkan paket data dengan tujuan
alamat broadcast, maka semua node
yang terdapat di dalam segmen
jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda
dengan
alamat IP unicast atau alamat IP
multicast, alamat IP broadcast hanya dapat
digunakan
sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai
alamat
sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast yang setiap
jenis alamat broadcast
tersebut, paket IP broadcast
akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast
yang dimiliki oleh
teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk
jaringan Ethernet dan Token
Ring, semua
paket broadcast IP akan
dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token
Ring, yakni
0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
1. Network Broadcast
Alamat network
broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset
semua bit host menjadi 1
dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful).
Contohnya adalah, dalam
NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya
adalah 131.107.255.255. Alamat network
broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah
jaringan yang berbasis kelas. Router
tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.
2. Subnet broadcast
Alamat subnet
broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah
alamat yang tidak menggunakan kelas (classless).
Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya
adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast
digunakan untuk
mengirimkan paket ke semua host
dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting,
atau supernetting.
Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat
subnet broadcast tidak terdapat
di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara
itu,
alamat network broadcast tidak
terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat
IP.
3. All-subnets-directed
broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast
yang dibentuk dengan
mengeset semua bit-bit network
identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah
jaringan
dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket
jaringan yang
dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host
dalam semua subnet
yang dibentuk dari network identifer
yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk
sebuah network identifier 131.107.26.0/24,
alamat all-subnets-directed broadcast
untuknya adalah 131.107.255.255.
Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast
dari network
identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas,
alamat
131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default
memiliki network identifer 16,
maka alamatnya adalah
131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan dengan
alamat tidak berkelas
akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat
ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan
paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet
dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal
ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan
banyaknya alamat network identifier
yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan
perkembangan
jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah
ditinggalkan.
4. Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk
dengan mengeset semua
32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1
(11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini
digunakan
ketika sebuah node IP harus
melakukan penyampaian data secara one-to-everyone
di dalam sebuah jaringan
lokal tetapi ia
belum mengetahui network identifier-nya. Contoh
penggunaanya adalah ketika proses
konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol
(BOOTP) atau Dynamic Host Configuration
Protocol (DHCP).
Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien
DHCP harus
menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server
DHCP
memberikan sewaan alamat IP
kepadanya.
Semua host,
yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses
paket
jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan
menggunakan alamat ini, paket
jaringan akan
dikirimkan ke semua node di
dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan
lokal
saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router
IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen
jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Metode pengiriman IP
V.4 :
Terdiri dari 4
macam, yaitu :
·
Unicast.
merupakan alamat IPv4 yang
ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast
digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
Pengiriman data dilakukan hanya ke 1
host saja.
- Broadcast.
merupakan alamat IPv4 yang didesain
agar diproses oleh setiap node
IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam
komunikasi
one-to-everyone.
Pengiriman data disebarkan langsung ke
banyak host.
·
Multicast.
merupakan
alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node
dalam
segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam
komunikasi one-to-many.
Data
yang dikirim akan disebarkan
didalam group tertentu.
·
Anycast
Data yang dikirim dari 1 host langsung
disebarkan ke host tertentu saja.
Catatan :Unicast
digunakan untuk penerima tunggal
Broadcast,
Multicast, dan Anycast digunakan untuk penerima jamak
Kelas-kelas
alamat IP
Alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa
kelas, dilihat
dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel.
Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP
versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya
adalah
bit-bit awal/high-order bit),
tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan
menggunakan
representasi decimal.
Kelas Alamat IP
|
Digunakan oleh
|
||
Kelas
A
|
1–127
|
0xxx
xxxx
|
|
Kelas
B
|
128–191
|
10xx
xxxx
|
|
Kelas
C
|
192–223
|
110x
xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala
kecil
|
Kelas
D
|
224–239
|
1110
xxxx
|
Alamat
multicast (bukan alamat unicast)
|
Kelas
E
|
240–255
|
1111
xxxx
|
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat
unicast)
|
Kelas
Alamat
|
Nilai oktet pertama
|
Bagian untuk Network
Identifier
|
Bagian untuk Host Identifier
|
Jumlah jaringan maksimum
|
Jumlah host
dalam satu jaringan maksimum
|
Kelas
A
|
1–127
|
W
|
X.Y.Z
|
126
|
16,777,214
|
Kelas
B
|
128–191
|
W.X
|
Y.Z
|
16,384
|
65,534
|
Kelas
C
|
192–223
|
W.X.Y
|
Z
|
2,097,152
|
254
|
Kelas
D
|
224-239
|
MulticastIP Address
|
Multicast IP Address
|
Multicast IP Address
|
Multicast IP Address
|
Kelas
E
|
240-255
|
Dicadangkan; eksperimen
|
Dicadangkan; eksperimen
|
Dicadangkan; eksperimen
|
Dicadangkan; eksperimen
|
Catatan : Kelas D dan E jarang dipakai karena :
•
Kelas
D dipergunakan untuk alamat-alamat multicast
•
Kelas E
dipersiapkan untuk sarana eksperimentasi
Keterangan tabel :
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk
jaringan skala besar.
Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset awal dengan
nilai 0
(nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat
sebuah network identifier. 24 bit sisanya
(atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 127 jaringan,
dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat
dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang
bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk
jaringan skala
menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama
alamat IP
kelas B selalu diset awal ke bilangan biner 10. 14 bit
berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan
membuat sebuah network identifier.
16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan
65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk
jaringan berskala kecil.
Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset awal dengan nilai biner 110.
21 bit selanjutnya (untuk
melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network
identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan
merepresentasikan host identifier.
Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host
untuk
setiap network-nya.
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk
alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda
dengan
tiga kelas di atas. Empat bit
pertama di dalam IP kelas D selalu diset awal dengan
bilangan biner 1110. 28 bit
sisanya digunakan sebagai alamat
yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal
alamat
ini, lihat pada bagian Alamat Multicast
IPv4.
Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai
alamat yang bersifat
"eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada
masa depan. Empat bit pertama selalu diset awal dengan
bilangan biner 1111. 28 bit
sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali
host.
Catatan:
Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak
relevan lagi,
mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi.
Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang
dibagi
ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan
yang ada
saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6
yang
baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat
yang
dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless
address.
IP Subnet
Adalah
pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil lagi.
Contoh :
kelas A
subnet : 1111111.00000000.0000000.00000000 (255.0.0.0)
kelas B subnet :
1111111.11111111.0000000.00000000 (255.255.0.0)
kelas C subnet :
1111111.11111111.1111111.00000000 (255.255.255.0)






0 komentar:
Posting Komentar